Kebiasaan Berjudi
Pada hari ulang tahun keenam anakku, aku sempat berhenti di
sebuah pasar malam saat aku pulang dari bar olahraga. Dan menghabiskan uang
terakhirku untuk membeli papan tulis magnet tua yang sudah retak, hanya agar
anak-anak tenang saat aku mengawasi mereka bermain. Aku sudah menghabiskan
semua untuk mengadakan pesta ini dan aku duduk sambil meminum bir, aku terus
mencoba untuk tidak terganggu oleh suara anak-anak yang bermain.
Setidaknya Tommi menyukai pemberianku. Aku bukanlah ayah
yang buruk pikirku meskipun aku telah menjual beberapa bajunya untuk memastikan
aku masih menyimpan uang untuk beberapa hari ke depan.
Saat aku akan mengambil bir lagi, aku melihat symbol yang
aneh pada layar papan tulis magnet Tommi, sangat jelas sebelum akhirnya simbol
itu kembali menggilang. “Apa itu?!” Bertanya dan Tommi memberitahuku itu adalah
tuan papan tulis, yang membuat gambar ilusi dan memberikannya pada
teman-temannya, tapi “Kamu harus memenangkan permainannya.” Setelah pesta
selesai aku menyuruhnya tidur, dan menatap layar papan tulis tua itu, aku tidak
terlalu yakin dengan yang aku lihat tadi.
Setelah beberapa saat aku menatapnya, simbol itu muncul
kembali. “Siapa kau sebenarnya?” aku menggeram pada papan tulis itu. Tapi
jawabannya muncul dari layar TV di depanku, “Apakah kamu suka berjudi?” aku
hanya tersenyum. Tuan papan tulis mengedipkan mata. Dan kemudian muncul tulisan
nama anakku.
“Itukah taruhannya? Ya, kenapa tidak? Dan apa yang kudapat
jika aku menang”? tulisan di layar kemudian berganti menjadi gambar dollar. Bagaimana
aku bisa menolak?
Sialnya aku hampir saja menang dalam permainan itu. Tommi
berteriak dan wajahnya yang ketakutan muncul di layar papan tulis magnet itu.
Ini sangat buruk. Orang-orang akan menyalahkanku atas hilangnya anakku.
“Hey, ayolah kita bertaruh lagi! Dapat segalanya atau
kehilangan segalanya!” Mata itu kembali mengedip di layar, dan melihat ke dalam
jiwaku yang dingin. Kemudian muncul namaku di layar itu. Tidak akan ada
permainan lagi setelah, aku mempertaruhkan segalanya. Untuk satu keberuntungan
dalam hidupku.
EPILOG
Tommi terbangun dan menemukan apartemennya telah kosong
hanya tersisa papan tulisnya. Tidak ada lemari, tidak ada apapun. Aku melihat
dia menangis. Dia tampak pasrah, hal ini sudah terjadi sebelumnya. Di cukup
lama bersamaku untuk mengetahui kelamahanku, aku tidak pernah bisa berhenti
berjudi sebelum semuanya habis. Namun kali ini ayahnya juga diambil. Dia bisa
melihat wajah ayahnya yang berteriak di layar papan tulis itu.
Kebiasaan Berjudi
Reviewed by Unknown
on
Agustus 27, 2017
Rating:
Reviewed by Unknown
on
Agustus 27, 2017
Rating:

Tidak ada komentar: