Top Ad unit 728 × 90

Kebiasaan Berjudi

Pada hari ulang tahun keenam anakku, aku sempat berhenti di sebuah pasar malam saat aku pulang dari bar olahraga. Dan menghabiskan uang terakhirku untuk membeli papan tulis magnet tua yang sudah retak, hanya agar anak-anak tenang saat aku mengawasi mereka bermain. Aku sudah menghabiskan semua untuk mengadakan pesta ini dan aku duduk sambil meminum bir, aku terus mencoba untuk tidak terganggu oleh suara anak-anak yang bermain.




Setidaknya Tommi menyukai pemberianku. Aku bukanlah ayah yang buruk pikirku meskipun aku telah menjual beberapa bajunya untuk memastikan aku masih menyimpan uang untuk beberapa hari ke depan.

Saat aku akan mengambil bir lagi, aku melihat symbol yang aneh pada layar papan tulis magnet Tommi, sangat jelas sebelum akhirnya simbol itu kembali menggilang. “Apa itu?!” Bertanya dan Tommi memberitahuku itu adalah tuan papan tulis, yang membuat gambar ilusi dan memberikannya pada teman-temannya, tapi “Kamu harus memenangkan permainannya.” Setelah pesta selesai aku menyuruhnya tidur, dan menatap layar papan tulis tua itu, aku tidak terlalu yakin dengan yang aku lihat tadi.

Setelah beberapa saat aku menatapnya, simbol itu muncul kembali. “Siapa kau sebenarnya?” aku menggeram pada papan tulis itu. Tapi jawabannya muncul dari layar TV di depanku, “Apakah kamu suka berjudi?” aku hanya tersenyum. Tuan papan tulis mengedipkan mata. Dan kemudian muncul tulisan nama anakku.

“Itukah taruhannya? Ya, kenapa tidak? Dan apa yang kudapat jika aku menang”? tulisan di layar kemudian berganti menjadi gambar dollar. Bagaimana aku bisa menolak?

Sialnya aku hampir saja menang dalam permainan itu. Tommi berteriak dan wajahnya yang ketakutan muncul di layar papan tulis magnet itu. Ini sangat buruk. Orang-orang akan menyalahkanku atas hilangnya anakku.

“Hey, ayolah kita bertaruh lagi! Dapat segalanya atau kehilangan segalanya!” Mata itu kembali mengedip di layar, dan melihat ke dalam jiwaku yang dingin. Kemudian muncul namaku di layar itu. Tidak akan ada permainan lagi setelah, aku mempertaruhkan segalanya. Untuk satu keberuntungan dalam hidupku.

EPILOG


Tommi terbangun dan menemukan apartemennya telah kosong hanya tersisa papan tulisnya. Tidak ada lemari, tidak ada apapun. Aku melihat dia menangis. Dia tampak pasrah, hal ini sudah terjadi sebelumnya. Di cukup lama bersamaku untuk mengetahui kelamahanku, aku tidak pernah bisa berhenti berjudi sebelum semuanya habis. Namun kali ini ayahnya juga diambil. Dia bisa melihat wajah ayahnya yang berteriak di layar papan tulis itu.
Kebiasaan Berjudi Reviewed by Unknown on Agustus 27, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Cerpen Horror © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.