Menjadi Pahlawan
Ketika aku berumur lima tahun, aku sering berlari menikmati
indahnya masa kecil yang hanya bisa dinikmati oleh anak berumur lima tahun
sampai aku bisa melihat – mereka. Sungguh membingungkan melihat mahluk hitam
yang juga memiliki mata hitam yang muncul dari udara begitu saja. Aku terbangun
untuk memperhatikan apa yang menempel pada ayahku, ia mata pisau cukurnya ia
gerakkan sampai ke belakang lehernya. Aku bertanya mengapa ia tidak melepaskan
saja mahluk itu, tapi ia hanya melirikku dengan tatapan yang meremehkan.
Setelah ibu meninggal, dia tidak seramah dulu dan saat
itulah mahluk itu muncul. Saat bermain di luar, aku juga melihat mahluk itu
pada orang lain, kadal hantu dengan ukuran dan warna yang bermacam-macam.
Aku menjalani hidup seperti ini selama setahun penuh, aku
tidak mencoba membicarakannya kepada orang lain karena takut. Kadal yang
menempel pada ayahku telah tumbuh berukuran empat kali lipat daripada pertama
aku melihatnya, ekornya sangat panjang menggantung di punggungnya.
Dia mencoba menyembunyika rasa sakitnya, mencoba menjadi
ayah yang baik, tapi kantung mata dan bau alkohol yang keluar dari mulutnya
tidaklah bisa ditutupi. Satu mala aku berdoa agar aku bisa memiliki kekuatan
seperti kartun yang aku tonton. Jika aku punya kekuatan, aku juga bisa membatu
orang-orang.
Mimpi pada malam itu sangat aneh. Seorang wanita berambut
perak mengatakan padaku bahwa aku bisa menolong semua orang. Seberkas cahaya
kemudia menggulungku dan aku terbangun.
Pedang kayu dan jubah merah terletak di bawah tempat
tidurku. Aneh rasanya, tapi mengenakan jubah itu dan memegang pedang itu
membuatku merasa kuat. Akhirnya aku bisa menjadi seperti karakter di televise.
Aku bisa menjadi pahlawan.
Keesokan harinya ketika ayah tidak memperhatikanku, aku
mengumpulkan keberanian dan melompat untuk menusuk mahluk di belakang ayahku
itu. Mahluk itu seketika terbagi menjadi bagian-bagian kecil dan kemudian
menghilang. Ayah menghela nafas dan menyuruhku untuk bersiap-siap berangkat
sekolah, tapi ketika di jalan ayah berkata ia ingin mengajakku untuk membeli es
krim. Selama bertahun-tahun aku bisa menyelamatkan banyak orang. Aku tidak
perlu mengenakan jubah yang konyol untuk mengusir kadal parasit itu.
Mahluk itu tidak pernah lagi mengganggu orang terdekatku. Kadal
itu kadang muncul kembali, tapi aku tidak pernah bosan untuk menghentikan
mereka. Aku harap kalian mengingat hal ini: Bukanlah kekuatan ajaib dari wanita
itu atau karena bisa melihat hal mistis yang membuatku menjadi pahlawan. Hanya
memiliki rasa perduli dan mencoba untuk menolong orang lainlah yang membuat
keajaiban. Aku percaya semua orang bisa menjadi pahlawan.
Menjadi Pahlawan
Reviewed by Unknown
on
Agustus 21, 2017
Rating:
Tidak ada komentar: