Top Ad unit 728 × 90

Menjadi Pahlawan

Ketika aku berumur lima tahun, aku sering berlari menikmati indahnya masa kecil yang hanya bisa dinikmati oleh anak berumur lima tahun sampai aku bisa melihat – mereka. Sungguh membingungkan melihat mahluk hitam yang juga memiliki mata hitam yang muncul dari udara begitu saja. Aku terbangun untuk memperhatikan apa yang menempel pada ayahku, ia mata pisau cukurnya ia gerakkan sampai ke belakang lehernya. Aku bertanya mengapa ia tidak melepaskan saja mahluk itu, tapi ia hanya melirikku dengan tatapan yang meremehkan.



Setelah ibu meninggal, dia tidak seramah dulu dan saat itulah mahluk itu muncul. Saat bermain di luar, aku juga melihat mahluk itu pada orang lain, kadal hantu dengan ukuran dan warna yang bermacam-macam.

Aku menjalani hidup seperti ini selama setahun penuh, aku tidak mencoba membicarakannya kepada orang lain karena takut. Kadal yang menempel pada ayahku telah tumbuh berukuran empat kali lipat daripada pertama aku melihatnya, ekornya sangat panjang menggantung di punggungnya.

Dia mencoba menyembunyika rasa sakitnya, mencoba menjadi ayah yang baik, tapi kantung mata dan bau alkohol yang keluar dari mulutnya tidaklah bisa ditutupi. Satu mala aku berdoa agar aku bisa memiliki kekuatan seperti kartun yang aku tonton. Jika aku punya kekuatan, aku juga bisa membatu orang-orang.

Mimpi pada malam itu sangat aneh. Seorang wanita berambut perak mengatakan padaku bahwa aku bisa menolong semua orang. Seberkas cahaya kemudia menggulungku dan aku terbangun.

Pedang kayu dan jubah merah terletak di bawah tempat tidurku. Aneh rasanya, tapi mengenakan jubah itu dan memegang pedang itu membuatku merasa kuat. Akhirnya aku bisa menjadi seperti karakter di televise. Aku bisa menjadi pahlawan.

Keesokan harinya ketika ayah tidak memperhatikanku, aku mengumpulkan keberanian dan melompat untuk menusuk mahluk di belakang ayahku itu. Mahluk itu seketika terbagi menjadi bagian-bagian kecil dan kemudian menghilang. Ayah menghela nafas dan menyuruhku untuk bersiap-siap berangkat sekolah, tapi ketika di jalan ayah berkata ia ingin mengajakku untuk membeli es krim. Selama bertahun-tahun aku bisa menyelamatkan banyak orang. Aku tidak perlu mengenakan jubah yang konyol untuk mengusir kadal parasit itu.


Mahluk itu tidak pernah lagi mengganggu orang terdekatku. Kadal itu kadang muncul kembali, tapi aku tidak pernah bosan untuk menghentikan mereka. Aku harap kalian mengingat hal ini: Bukanlah kekuatan ajaib dari wanita itu atau karena bisa melihat hal mistis yang membuatku menjadi pahlawan. Hanya memiliki rasa perduli dan mencoba untuk menolong orang lainlah yang membuat keajaiban. Aku percaya semua orang bisa menjadi pahlawan.
Menjadi Pahlawan Reviewed by Unknown on Agustus 21, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Cerpen Horror © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.