Top Ad unit 728 × 90

Truk Pengangkut Sampah yang Selalu Ditunggu

Hari selasa adalah hari truk pengangkut sampah datang. Aku tidak mengharapkan apapun pada hari itu di musim panas, kecuali datangnya truk pengangkut sampah, aku bisa melihat pengangkut sampah kami, Martin dan Eli.

Kami semua menyukai Martin dan Eli. Mereka selalu riang, apapun yang mereka kerjakan. Mereka selalu sempat bercanda atau menyampaikan cerita yang menarik.



Kami bekerja keras kemarin siang untuk mengumpulkan sampah. Tidak terlalu buruk siang ini – ada sembilan karung sampah. Aku tidak pernah bangun pagi kecuali pada hari selasa, aku terjaga dari fajar tiba. Tidak lama kemudian aku mendengar suara truk bergemuruh di jalan, dan aku berlari keluar.

Tidak ada satu mobilpun di jalan saat ini, dan aku bisa mendengar Martin bernyanyi bahkan di balik gemuruh mesin truk besar.

Dan akhirnya, mereka sampai di depan rumah kami.

“Hay nona Gina! Berapa banyak tikus yang kamu bunuh minggu ini?” Eli menanyakan, dan aku menjawab, “Terlalu banyak untuk dihitung!” dan aku menunjuk tiga bungkus plastik yang berwarna hitam.

Tentu saja aku tidak membunuh semua tikus itu. Setengahnya mungkin sudah mati, karena terlalu banyak memakan makanan beracun dan mayat yang masih terbaring. Bahkan setelah sebulan bom kimia itu dijatuhkan, kami masih membersihkan bangkai tikus, burung dan serangga…

Dan juga mayat orang tentunya. Kami mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya. Kami hanya perlu keluar senin siang untuk membersihkan, dan selasa pagi, untuk melihat semua orang. Bom itu membunuh apapun atau semua orang yang ada di luar ketika bom itu turun mendesis, dan meninggalkan udara yang beracun untuk kami hirup.

Aku tidak tahu apakah ini akan membantu, banyak orang yang terluka pada tangan dan wajah mereka dan sering batuk. Kami mencoba untuk membersihkan sebisanya. Itu membuat kami mereasa sulah melakukan hal terbaik kami, selain bersembunyi di dalam rumah.

“Kamu pasti akan menjadi wanita cantik, nona Ginna!” Martin tersenyum padaku, dan aku menjawabnya, “Oh, anda pasti sudah menjadi pendeta tua saat itu!” dan kami tertawa, meski kami tahu seluruh kota mungkin akan mati di akhir musim panas ini. Martin melompat kembali ke truk, dan melanjutkat nyanyiannya…. “Mimpi indah sampai matahari menyinarimu; mimpi in—“

Dia berhenti, batuk yang keras menggoyahkan seluruh badannya. Dia menutup mulutnya, tapi darah masih saja keluar dari mulutnya. Orang tuaku, melambai padaku di depan pintu, memanggilku “Gina! Gina kemarilah, SEKARANG!” jadi aku langsung berlari, dan mereka menarikku masuk, mengunci pintu.

Ibuku menyuruhku berganti baju dengan yang baju yang bersih. Aku akan berganti baju, tapi sekarang aku melihat keluar jendela dahulu, melambai ke truk sampah itu. Aku harap aku akan bertemu lagi dengan Martin selasa depan.

Aku harap aku bisa.


Aku melambai sampai truk itu menghilang.
Truk Pengangkut Sampah yang Selalu Ditunggu Reviewed by Unknown on Agustus 23, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Cerpen Horror © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.