Aku dan Adrian
Tidak ada lagi keraguan, Adrian adalah seorang monster. Dia
benar-benar tahu bagaimana caranya menyakitiku. Dia pernah mencekik aku sampai
aku hampir mati atau membuatku muntah karena kesakitan, dia melakukan semua itu
tanpa meninggalkan bekas memar pada diriku. Dia pernah membawa seekor kucing ke
sekolah, hanya untuk memperlihatkannya padaku.
Bahkan dia bisa membodohi para guru di sekolah. Menurut
penilaian mereka, Adrian dan aku adalah teman yang akrab. Dimanapun kami selalu
berdua, dia sering membagi untukku makanannya, dia sering memelukku, bahkan dia
meminjamkanku semua mainan yang dia punya. Di mata mereka dia melindungiku
seperti seorang sahabat. Meski dia itu seorang penipu yang sangat mahir.
Aku selalu mencoba membalas semua yang sudah dia lakukan
padaku, dan akhirnya aku mendapat waktu yang tepat untuk membalasnya. Suatu
hari aku berdiri, mendorong dia sekuat tenaga saat kami masih di sekolah.
Para guru menemukan dia tangga yang paling bawah, tubuhnya
jatuh dengan posisi yang tidak biasa. Aku harus menamani dia ke rumah sakit,
bagaimanapun juga aku adalah sahabatnya. Dia membutuhkanku untuk menemaninya
disana. Aku menangis sepanjang waktu untuknya, dan ketika para dokter
menjelaskan padaku bahwa dia lumpuh, aku terus menangis. Mereka bilang Adrian
tidak akan pernah bisa berjalan lagi, dia tidak akan pernah bisa makan tanpa
bantuan, dia tidak akan pernah bisa lagi berbicara. Para dokter bilang hidupnya
tidak akan pernah sama lagi.
Bagaimanapun juga, aku telah memastikan hal itu. Dan
bagaimana mungkin aku melupakan semua yang telah dia ajarkan padaku? Dia
tetaplah sahabatku, dan semua orang mengetahuinya. Aku masih ingat bagaimana
dia membuatku kesakitan tanpa meninggalkan bekas memar padaku; dia sangat tahu
hal itu daripada siapapun. Matanya masih terlihat bersemangat saat aku
bersamanya dan aku sangat senang mengetahui dia masih disana, ku harap dia mengerti semua yang aku rasakan, di dalam tubuh
penuh balutan kain seperti boneka itu.
Aku tidak ragu, Adrian adalah seorang monster.
Tapi bahkan dia tidak menjadi setengahpun sebagaimana aku
telah menjadi monster.
Source reddit shortscarystory
Aku dan Adrian
Reviewed by Unknown
on
Agustus 24, 2017
Rating:
Reviewed by Unknown
on
Agustus 24, 2017
Rating:

Tidak ada komentar: