Top Ad unit 728 × 90

Aku Selalu Berharap Kamu Lolos

Kamu mendapatkan perhatianku pada tahun pertamamu, bejalan melewati lapangan, ransel yang tersandang di bahu, tanda-tanda kebangsawanan tempampang di dadamu, dan kuncir kuda yang melambai saat kamu melewatiku. Aku seketika terpesona, tapi aku pikir aku telah menyimpulkan dengan keliru.


Secara bertahap aku mempelajari semua tentangmu dan dengan mudah aku bisa berada di satu tempat yang sama denganmu. Kebanyakan kelas pelajaranmu di dua gedung yang sama, dan kamu sarapa – telur orek, dagin babi, segelas kecil kopi, dua gula dan dua krim – dan makan siangmu – salad yang dari rumah, potongan bawang – pada tempat yang sama setiap hari. Akhirnya aku menemukan keberanian untuk mendekatimu. Rencananya, aku akan mengungkapkan perasaanku pada selasa sore, tapi kamu sudah bersama seorang lelaki saat itu.

Aku memperhatikan dalam keheningan saat hubungan kalian berkembang liar. Aku ada disana ketika kamu terlalu banyak minum minuman keras itu – sampai sekarang aku menyimpan botolnya – aku melihat dia memegang rambutmu saat kamu muntah. Aku bersembunyi dalam bayangan papan skor baseball ketika kamu terjatuh dalam pelukannya, dan kamu tidak bisa menemukan celana dalammu setelah dia mengambil keperawananmu saat itu. Aku duduk di bangku seberangmu ketika dia menipumu dan mematahkan hatimu. Aku sangat ingin menyakitinya seperti dia menyakitimu, tapi aku tahu kau tidak ingin itu terjadi.

Aku tetap memperhatikanmu setelah bebera tahun saat kamu menjalin hubungan dan kemudian putus. Aku tetap memperhatikanmu sampai kamu kuliah. Kita ada di kelas psikologi yang sama dalam satu semester saat itu. Ketika kau berjalan di atas panggung, tersenyum, menerima gelar kelulusanmu. Kamu mulai berkerja di kantor dekat taman, cukup dekat dari taman untuk ku bisa selalu perhatikan, akhirnya, kesempatan itu datang. Aku mendekatimu di area parkir. Kamu tersenyum, dengan samar mengingat kelas psikologi kita.

Aku sedang duduk di bangku kantorku, melihat keluar jendela ketika mereka menemukan tubuhmu, diletakkan dengan sempurna dan penuh kasih sayang seperti pertama kali aku melihatmu di lapangan itu.


Dua puluh lima tahun berlalu, dan lebih banyak lagi koleksi kesayanganku – kira-kira satu setiap semesternya – tapi tidak ada yang memabukkan sepertimu. Tidak ada teriakan sekeras dan perlawanan sekuat tenaga. Kamu adalah yang pertama dan favoritku. Kadang, pada malam-malam seperti malam ini dengan kenangan yang kembali teringat, aku berharap kamu berhasi lolos, hanya saja harapanku tidak akan pernah terjadi.
Aku Selalu Berharap Kamu Lolos Reviewed by Unknown on Agustus 24, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Cerpen Horror © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.