Kenangan
Kematian menatapku dengan mata yang merah. Aku punya dua
piliha: mati atau membangkitkan satu kenangan selamanya. Aku hampir tertawa
saat melihat wajah itu. Aku mempunyai kehidupan yang sangat luar biasa, hamper
tanpa cela bahkan penuh dengan saat-saat indah. Aku memilih kenangan ketika aku menemukan cinta dalam
hidupku dan menjadikannya abadi.
Kenangan itu mulai ditampilkan dihadapanku. Kenangan yang
sangat indah, yang ingin ku rasakan selamanya. Dia begitu indah sangat
menggairahkan saat itu.
Ketika aku dan dia di danau itu saat matahari terbenam.
Ciuman yang penuh gairah di bawah langit penuh dengan gemerlap bintang. “aku
mencintaimu,” Dia berkata kedua kalinya, dengan pelan. Hatiku bergetar sama
kekita saat beberapa tahun yang lalu itu.
Sekali lagi.
Matahari terbenam di danau itu. Ciuman itu. Gemerlap
bintang-bintang itu. “Aku mencintaimu.” Kesempurnaan yang begitu manis.
Sekali lagi.
Danau itu. Sebuah ciuman. Bintang-bintang. “Aku
mencintaimu.” Tunggu. Ada yang berbeda kali ini. Ada sesuatu pada bayang dari
suaranya. Keraguan? Benarkah ia bersungguh-sungguh? Apakah aku juga
bersungguh-sungguh?
Sekali lagi.
Danau itu. Disana ada juga beberapa wanita. Mungkin salah
seorang yang benar-benar kutunggu. Bagaimana jika? Ciuman itu. Apakah ada ciuman
yang lebih manis di luar sana? Apakah aku melewatkan sebuah kesempurnaan?
Menjadi sulit untuk melihat gemerlap bintang-bintang. Mungkin gemerlapnya lebih
terang di tempat lain.
Sekali lagi.
Bibirnya yang pecah-pecah terlihat begitu jelas. Aku juga melihat banyak jerawat pada
wajahnya, bahkan sudah membekas. Aku bahkan lebih memperhatikan teriakan
anak-anak yang bermain di seberang danau. Aku merindukan sebuah ciuman yang
lain kali ini. Sebagian diriku senang aku melakukannya.
Sekali lagi.
Apa lagi yang telah aku perbuat? Apakah ada kenangan lain
yang tercipta dari kebohongan? Mungkin seharuskan kami tidak berciuman saat
itu.
Sekali lagi.
Apakah anak-anak kita bahagia? Sudah cukupkah aku
memberikannya pada mereka?
Sekali lagi.
Apakah Theodosia benar-benar mencintaiku? Apakah dia juga
selalu memiliki keraguan seperti diriku?
Sekali lagi.
Bagaimana bisa aku sangat yakin
Sekali lagi.
Kumohon berhenti.
Sekali lagi.
Kumuhon....
Source: reddit shortscarystory
Kenangan
Reviewed by Unknown
on
Agustus 21, 2017
Rating:
Reviewed by Unknown
on
Agustus 21, 2017
Rating:

Tidak ada komentar: