Top Ad unit 728 × 90

Kenangan

Kematian menatapku dengan mata yang merah. Aku punya dua piliha: mati atau membangkitkan satu kenangan selamanya. Aku hampir tertawa saat melihat wajah itu. Aku mempunyai kehidupan yang sangat luar biasa, hamper tanpa cela bahkan penuh dengan saat-saat indah. Aku memilih  kenangan ketika aku menemukan cinta dalam hidupku dan menjadikannya abadi.




Kenangan itu mulai ditampilkan dihadapanku. Kenangan yang sangat indah, yang ingin ku rasakan selamanya. Dia begitu indah sangat menggairahkan saat itu.

Ketika aku dan dia di danau itu saat matahari terbenam. Ciuman yang penuh gairah di bawah langit penuh dengan gemerlap bintang. “aku mencintaimu,” Dia berkata kedua kalinya, dengan pelan. Hatiku bergetar sama kekita saat beberapa tahun yang lalu itu.

Sekali lagi.

Matahari terbenam di danau itu. Ciuman itu. Gemerlap bintang-bintang itu. “Aku mencintaimu.” Kesempurnaan yang begitu manis.

Sekali lagi.

Danau itu. Sebuah ciuman. Bintang-bintang. “Aku mencintaimu.” Tunggu. Ada yang berbeda kali ini. Ada sesuatu pada bayang dari suaranya. Keraguan? Benarkah ia bersungguh-sungguh? Apakah aku juga bersungguh-sungguh?

Sekali lagi.

Danau itu. Disana ada juga beberapa wanita. Mungkin salah seorang yang benar-benar kutunggu. Bagaimana jika? Ciuman itu. Apakah ada ciuman yang lebih manis di luar sana? Apakah aku melewatkan sebuah kesempurnaan? Menjadi sulit untuk melihat gemerlap bintang-bintang. Mungkin gemerlapnya lebih terang di tempat lain.

Sekali lagi.

Bibirnya yang pecah-pecah terlihat begitu jelas. Aku juga melihat banyak jerawat pada wajahnya, bahkan sudah membekas. Aku bahkan lebih memperhatikan teriakan anak-anak yang bermain di seberang danau. Aku merindukan sebuah ciuman yang lain kali ini. Sebagian diriku senang aku melakukannya.

Sekali lagi.

Apa lagi yang telah aku perbuat? Apakah ada kenangan lain yang tercipta dari kebohongan? Mungkin seharuskan kami tidak berciuman saat itu.

Sekali lagi.

Apakah anak-anak kita bahagia? Sudah cukupkah aku memberikannya pada mereka?

Sekali lagi.

Apakah Theodosia benar-benar mencintaiku? Apakah dia juga selalu memiliki keraguan seperti diriku?

Sekali lagi.

Bagaimana bisa aku sangat yakin

Sekali lagi.

Kumohon berhenti.

Sekali lagi.


Kumuhon....

Source: reddit shortscarystory
Kenangan Reviewed by Unknown on Agustus 21, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Cerpen Horror © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.