Top Ad unit 728 × 90

Sebuah Tatto

“Biarkan aku menunjukkan ini padamu,” mama berkata sambil menggulung lengan bajunya dan dengan seringai licik. Di lengannya ada tato kepiting yang menyeramkan. “Bintangku Cancer. Ketika aku masih kecil,  kami pergi ke mesin peramal, dan kau menuliskan tanggal lahirmu. Aku tidak yakin gemini atau aries, tapi aku pikir  harusnya tipe kematian, karena CANCER adalah kematian!” dia mulai terbahak-bahak sampai ia batuk karena asap rokoknya.




Ketika ia berhenti batuk, dia berkedip padaku. “Aku akan menunjukan salah satu tato favoritku. Kau lihat ini?”
Aku mengangguk. “Itu tato seekor burung dalam sangkar. Kenapa kandangnya terkunci?”
“Baiklah, ku tunjukkan padamu sepertinya orang-orang mencoba terus mengurungku, tidak membiarkanku bebas. Mereka hanya tidak memahamiku. Mereka memerintahkanku meminum obat atau…. atau mereka memaksaku untuk dirawat, atau seperti ketika mereka menjauhkanmu dariku. Sialankan mereka itu?”
“Benar. Tapi ma.. sudahkah kau?”
“Aku sudah apa?” Lalu ia menghembuskan asap terakhir dari rokoknya dalam gubuk kecil ini.
“Sudah minum obatmu?”                                                                       
“Sayang, jangan terlalu khawatir”
Aku mendengar sebuah mobil masuk ke pekarangan, mungkin dua mobil.
“Tapi yang satu ini benar-benar favoritku.” Dia tersenyum padaku sembari menunjuk bagian bawah tangannya.
“Itu tato namaku?”
“Tentu sayang. Aku mentato namamu disini.”
Lalu ada yang menggedor pintu.
Mama mulai mengeluarkan pisau kecil dari kotak peralatannya.
Pintu mulai digedor lagi. “Buka pintunya, kami tau kau bersama dia disana!”
“Kamu tidak mau meninggalkanku kan? Kamu tidak mau kembali ke panti asuhan itu kan? Kemudian meninggalkanku kesepian sendiri?”
Aku menggelengkan kepalaku.
“Disini ada pengasuh dan juga polisi, BUKA PINTUNYA!”
Dia mulai berbisik. “Kamu mau kan aku buatkan tato yang kamu suka untukmu sayang? Dan aku juga buat yang sama di tanganku.” Air mata mengalir di pipinya.
“Tato yang seperti apa ma?”
“Hanya garis lurus”
“Bagaimana maksudnya?”
“Kita akan selalu bersama selamanya. Itu berarti tidak ada seorang pun yang akan mengambilmu dariku lagi selamanya.”
“Dimana kau akan membuatkanku tato itu?”
“Disini.” Dia menunjuka mulai dari sikuku sampai ke pergelangan tanganku.
“Akankah itu menyakitkan?”

“Cuma sebentar”
Sebuah Tatto Reviewed by Unknown on Agustus 21, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Cerpen Horror © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.