Top Ad unit 728 × 90

Kisah Operator Panggilan Darurat

Ketika aku menjadi seorang 911 operator aku pikir itu adalah pekerjaan yang paling keren. Aku selalu ingin menjadi polisi tapi satu hal yang menghalangiku untuk melakukannya, aku seorang yang buta warna. Aku pikir jika aku tidak bisa membantu orang dengan melindungi mereka dari kejahata, aku akan melakukan yang aku bisa, ya mengirim petugas.



Dengan cepat aku menyadari bahwa pekerjaan ini bukan untuk orang yang berhati lemah. Yang paling sulit adalah ketika panggilan yang tiba-bila terputus, kamu mungkin akan terduduk sepangjang malam atau termenung sepekan, memikirkan apa yang terjadi. Di kota kecil, informasi mungkin mudah untuk didapat, tapi di kota dengan penduduk mencapai 200.000 jiwa, terlalu banyak panggilan sehingga tidak ada cukup waktu untuk sekedar menanyakan apa yang terjadi.

Senin, Jum’at dan Minggu merupakan hari yang paling sibuk, banyak panggilan di hari-hari itu. Berikut sebuah panggilan mengerikan yang pernah aku terima.

Untuk suatu alasan rahasia – semua nama telah direkayasa.

Melodi

“911, apa keadaan darurat anda?”

Aku terdiam selama 30 detik, hanya mendengarkan.

“Halo? 911, apa keadaan darurat anda?” aku mengulang.

“Hi…” Suara anak kecil berbisik pada telepon.

“hai anak manis, apa yang terjadi?”

“Mama dan papa tidak mau bangun.”

“Oke, aku akan mengirim seorang petugas ke alamat anda sekarang. Mungkin akan sampai sekitar 6 menit dari sekarang. Siapa namamu?”

“Melody, apa seseorang akan datang sekarang? Aku ketakutan.”

“Nama yang cantik, seseorang akan datang sekarang. Bisa kamu beritahu apa yang terjadi? Kenapa mama dan papa tidak mau bangun?”

“Aku tidak tahu, Droopy mengunjungiku dan dia bilang dia mau berbicara dengan mama.”

“Siapa Droopy itu?”

“Aku bertemu dengannya di taman, dia seorang badut.”

“Dimana Droopy sekarang?”

“Dia sedang bermain petak umpet denganku sekarang, tapi dia membuatku takut.”

“Dimana kamu sekarang, manis? Apa kamu sedang bersembunyi dari Droopy?”

“Iya, tapi aku melihatnya membawa pisau. Aku sangat takut.” Aku hampir tidak bisa mendengarnya. Aku mengirim petugas lagi. Mereka pergi dua menit yang lalu.

“Melody, manis, mereka hampir sampai disana.” Aku mendengar suara nafasnya sangat berat di telepon.

“Dia disini” Dia berbisik di telepon dan aku bisa mendengar suara langkah kaki.

“Oke, tetaplah disana dan jangan membuat suara. Semuanya akan baik-baik saja, manis.”

“Disana kamu.” Suara seorang lelaki bergema di telepon, diikuti dengan sebuah teriakan. Telepon menjadi hening.


Aku tidak pernah tahu apa yang terjadi pada Melodi dan lelaki tersebut ditangkap atau tidak.
Kisah Operator Panggilan Darurat Reviewed by Unknown on Agustus 22, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Cerpen Horror © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.